cara budidaya ikan lele di kolam terpal
Tempat Kuliner

4 Proses Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Peternakan menjadi trend yang akhir-akhir ini meningkat peminatnya. Orang tersadar bahwa dengan beternak maka mereka bisa untung karena bisa dijual atau menghemat pengeluaran terkait bahan makan rumah tangga. Dalam skala non industri, cara budidaya ikan lele di kolam terpal paling diminati di antara kolam semi permanen lainnya.

Budidaya ikan lele di kolam terpal punya kelebihan seperti biaya pembangunan kolam lebih murah dibandingkan kolam permanen, cara panen relative mudah, tidak menimbulkan bau tanah, suhu lebih stabil untuk pertumbuhan ikan lele serta cocok untuk daerah dengan minim ketersediaan air. Berikut tahapan atau cara budidaya ikan lele di kolam terpal.

Pemilihan Indukan

cara budidaya ikan lele di kolam terpal

Pengaruh induk lele untuk pembibitan sangat besar dalam panen. Jika memilih indukan dengan gen yang tidak terlalu baik maka anakan yang dihasilkan pun akan seperti itu. Misal, kedua induk berukuran kecil maka kemungkinan anaknya berukuran kecil pun tinggi. Jadi, cara budidaya ikan lele di kolam terpal pertama adalah memilih induk yang berkualitas dengan ciri:

1. Ukuran

Ukuran indukan lele yang baik adalah berbobot minimal 1 kg untuk induk jantan maupun induk betina. Semakin besar bobotnya semakin baik hasilnya.

2. Umur

Ada perbedaan umur untuk induk betina dan jantan. Induk betina minimalnya sudah mencapai umur 1,5 tahun sedangkan induk jantan lebih muda darinya yaitu berumur 1 tahun

3. Kondisi

Kondisi induk yang dipilih harus sehat seperti semua organ tubuh lele lengkap dan tidak ada yang cacat, gerakannya lincah, dan rongga perut kedua induknya tidak berlemak.

Persiapan Tempat

cara budidaya ikan lele di kolam terpal

Cara budidaya ikan lele di kolam terpal yang kedua adalah persiapan tempat. Persiapan tempat untuk budidaya harus memperhatikan lingkungan sekitar misalnya luas lahan yang tersedia, bagaimana suhu yang ada, apakah hama dan penyakit mudah menyerang dan lain sebagainya. Berikut adalah proses lengkap persiapan tempat.

1. Mengukur Besaran Kolam yang Akan Dibuat

Mengukur besaran kolam yang akan dibuat dengan bantuan meteran. Sebelumnya harus memilih dulu jenis kolam mana yang akan dibuat apakah yang bulat atau persegi panjang. Jika persegi panjang hitung panjang, lebar dan tinggi sedangkan bulat hitung diameter dan tinggi yang akan dibuat

2. Membuat Desain

Setelah mendapat ukuran yang diinginkan, langkah berikutnya adalah membuat sketsa kolam. Hal tersebut berguna untuk mempermudah saat pembuatan di lapangan karena sudah ada gambarannya.

3. Memasang Pondasi dan Bak Air

Pasang lah pondasi untuk terpal di setiap sudutnya. Pondasi bisa menggunakan kayu, bambu, atau besi sekalipun dan pastikan pondasi yang di pasang itu kuat tidak mudah jatuh oleh angina atau sentuhan. Di sisi pondasi kolam terpal juga harus disediakan bak air untuk mengisi air pada kolam tersebut.

4. Finishing

Langkah terakhir yaitu memasang terpal ke pondasi yang telah dibuat tadi. Pastikan terpal tersebut menempel sempurna dengan alas dasarnya agar volume air yang bisa diisi bisa maksimal. Jika sudah selesai langsung isi menggunakan air dari bak yang telah disiapkan

Proses dan Cara Budidaya

cara budidaya ikan lele di kolam terpal

Cara budidaya ikan lele di kolam terpal ketiga yaitu detail proses budidayanya. Proses satu ini sangat penting karena bisa dibilang sebagai awal mula menghasilkan lele yang berukuran besar dan berkualitas tentunya. Berikut proses-prosesnya.

1. Penebaran Bibit Lele

Setelah kolam terpal lele siap dan sudah terisi air, maka langkah selanjutnya adalah menebar bibit lele agar bisa tumbuh di kolam tersebut. Cara penebarannya pun tidak mudah karena jika salah maka bibit lele bisa-bisa tidak dapat beradaptasi dengan baik dan malah mati.

Cara menebarnya yaitu bibit yang disimpan di wadah perlahan-lahan di masukkan ke dalam kolam secara miring dan diamkan dalam posisi tersebut sekitar 15 hingga setengah jam. Waktu tersebut digunakan agar lele bisa beradaptasi sendirinya dengan kolam.

2. Penyortiran Lele

Setelah penebaran lele, maka ditunggu hingga 3 mingguan untuk melihat pertumbuhan mereka. Selama 3 minggu tersebut juga tetap harus di rawat. Ketika sudah 3 minggu maka lele yang ada harus di sortir menurut ukurannya.

Lele yang berukuran kecil harus disatukan dengan lele berukuran kecil juga, begitupun dengan lele berukuran besar. Pengelompokkan ukuran lele tersebut untuk menghindari lele besar memangsa lele kecil karena lele merupakan hewan yang bisa memakan sesamanya.

3. Perawatan

Cara budidaya ikan lele di kolam terpal berikutnya terkait perawatan. Dalam perawatan ada banyak hal yang perlu kamu perhatikan seperti keadaan kolam, jenis pakan apa saja yang bisa diberikan hingga pencegahan lele terserang hama dan penyakit. Berikut adalah penjelasannya.

4. Perhatikan Kondisi Kolam

Lele menyukai kolam dengan kejernihan air yang tidak terlalu jernih. Namun, pastikan kamu tidak memasukkan sembarang air karena melalui air hama dan penyakit bisa menyebar ke kolam terpal buatanmu itu.

Untuk ketinggian kolam, kamu isi saja ¾ volume kolam, jika ada penyusutan air karena repirasi maka kamu bisa menambahkannya lagi. Jika sudah terlalu kotor, kamu perlu mengurasnya. Hal itu dilakukan agar sinar matahari bisa lebih mudah masuk pada kolam karena lele juga memerlukan sinar matahari.

5. Perhatikan Pakan Yang Diberikan

Lele bisa dikatakan sebagai ikan yang tidak rewel terkait makanannya. Beberapa pakan yang bisa kamu gunakan yaitu pellet ikan, cacing, maggot lalat, ikan rucah, bekicot, Azzola dan lainnya. Pemberian pakan lele bisa dilakukan 2x per hari hingga 3x per harinya disesuaikan dengan umur lele.

6. Mencegah Serangan Hama dan Penyakit

Hal tersulit dalam budidaya tanaman atau ternak adalah memprediksi akan serangan hama dan penyakit. Jika lele mu ada yang sudah terserang hama atau penyakit maka bisa menular pada ikan lele lainnya, jadi sangat perlu dilakukan pencegahan. Berikut adalah detailnya.

7. Hama dan Penyakit Utama pada Lele

Contoh penyakit yang menyerang lele yaitu cotton wall disease, bitnik putih, serangan bakteri Aeromonas hydrophila, penyakit gatal dan CCV.

8. Cara Mencegah Serangan Tersebut

Cara pencegahannya yaitu dengan menguras kolam secara teratur, melakukan pengapuran saat pembuatan kolam terpal, hindari populasi lele yang terlalu berjejal pada kolam dan lainnya.

Panen

cara budidaya ikan lele di kolam terpal

Cara budidaya ikan lele di kolam terpal yang terakhir adalah panen. Panen dalam skala kecil bisa dilakukan sendiri namun jika skala besar harus dibantu. Berikut adalah detailnya.

1. Ciri Ikan Lele Siap Panen

Ciri ikan lele siap panen yaitu lele dengan umur 3 bulan setelah pembibitan, untuk ukuran lele siap panen idealnya memiliki panjang 9 cm-an, bobotnya telah mencapai 255 gram-an, dan warna air pada kolam berubah menjadi warna merah.

2. Cara Memanennya

Cara panennya cukup mudah hanya memerlukan bantuan alat jarring besar atau saring ikan. Jika saat di jarring ternyata ada lele yang tidak memenuhi kualifikasi maka bisa dikembalikan lagi ke kolamnya agar bisa tetap tumbuh besar.

Itulah cara budidaya ikan lele di kolam terpal yang bisa dibagikan, dengan memberikan informasi tersebut diharapkan anda dapat diterapkan dengan mudah serta pemahaman yang lebih bagus untuk membudidayakan ikan lele dengan system terpal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *