cara budidaya ikan patin di kolam beton
Tempat Kuliner

6 Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Beton

Cara budidaya ikan patin di kolam beton bagi pemula mungkin terasa sangat sulit. Oleh karena demikian, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan secara lengkap cara pembudidayaan ikan tersebut. Sebelum berlanjut, ikan pati merupakan jenis ikan air tawar yang banyak di minati oleh orang, entah itu orang dalam negeri ataupun orang luar negeri. Ini karena ikan pati bisa digunakan sebagai ikan hias dan juga ikan untuk dikonsumsi.

Ikan ini juga dikategorikan dalam kelompok ikan lele atau catfish. Selain banyak memiliki peminat, dalam pembudidayaannya pun sangat mudah untuk dilakukan, sekalipun anda adalah seorang pemula. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk budidaya ikan patin pada kolam beton.

Persiapan Lahan Untuk Kolam

Cara budidaya ikan patin di kolam beton

Cara budidaya ikan patin di kolam beton yang pertama adalah menyiapkan lahan. Hal ini karena, kolam beton yang dibuat untuk budidaya memerlukan lahan yang permanen. Untuk itu, persiapan lahan yang matang merupakan modal utamanya. Dalam pemilihan lahan untuk membuat kolam beton tempat budidaya ikan patin harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Lahan yang datar

Pembuatan kolam untuk budidaya ikan patin harus menggunakan lahan yang datar. Dan jangan sekali-kali untuk mencoba membangun kolam pada lahan yang terjal.

2. Pilih lahan yang luas

Pemilihan lahan yang luas akan mempermudah anda ketika melakukan pekerjaan saat pembudidayaan ikan patin. Dengan demikian, pekerjaan anda bisa diselesaikan dengan lancar.

3. Bukan tempat yang rawan

Tempat membangun kolam ikan patin tidak boleh menggunakan lokasi yang rawan. Rawan yang dimaksud di sini adalah lokasi yang sering terkena banjir, terkena tanah longsor, atau kejadian lainnya yang dapat membahayakan keselamatan.

4. Lahan yang rendah dari sumber air

Saat membuat kolam beton, usahakan memilih lokasi yang lebih rendah dari sumber air. Ini bertujuan untuk mengurangi biaya pengisian air pada kolam. Sebab, dengan memilih lokasi yang lebih rendah, aliran air dari sumber air bisa diantarkan melalui gravitasi tanpa memerlukan biasa.

5. Lokasi mudah terjangkau transportasi

Pilihlah lokasi yang mudah dijangkau oleh alat transportasi seperti mobil dan sepeda motor. Ini bertujuan untuk memudahkan anda ketika hendak menjual hasil budidayanya. Dengan lokasi kolam yang mudah dijangkau alat trasportasi, mampu menekan biaya pengangkutan hasil panen.

Jenis Kolam Tembok

Cara budidaya ikan patin di kolam beton

Cara budidaya ikan patin di kolam beton juga harus memperhatikan jenis kolam yang hendak digunakan. Untuk kemiringan tanah yang baik digunakan yaitu antara 3% hingga 5%. Tujuannya agar kolam lebih mudah mendapatkan gaya gravitasi. Untuk jenis kolam tembok budidaya ikan patin dibedakan menjadi dua, berikut adalah tipenya:

1. Tipe Gali

Tipe gali merupakan cara pembuatan kolam ikan patin yang disesuaikan dengan sumber air yang hendak digunakan. Contohnya, jika menggunakan sumber mata air dari sungai, kolam harus lebih rendah dari posisi sungai.

2. Tipe Permukaan

Tipe ini merupakan tipe kolam beton yang sudah disesuaikan sejak dari awal lokasinya. Namun jika dirasa masih kurang harus melakukan penggalian tanah. Sumber air yang bisa digunakan untuk tipe ini berasal dari air gali atau air sumur bor.

Memilih Induk Siap Pijah

Cara budidaya ikan patin di kolam beton

Memilih calon induk yang siap pijah merupakan cara budidaya ikan patin di kolam beton yang sangat penting. Karena pemilihan calon induk yang tepat akan mempengaruhi hasil budidaya ikan patin anda. Berikut ini adalah ciri-ciri dari ikan patin yang siap untuk dipijah:

1. Ikan patin betina

Ciri ikan patin betina yang siap dipijah adalah memiliki umur 3 bulan dan berat 1,5 hingga 2 kg. Jika dilihat dari fisiknya, perut akan terlihat membesar sampai pada ujung anus. Saat perut ini anda pegang, akan terasa empuk dan juga halus. Sementara itu, untuk permukaan kulit disekitaran perut terasa tipis dan juga lembek.

Apabila anda memegang sekitar kloaka ikan patin, maka akan keluar beberapa butiran telur yang berbentuk bulat. Dan ukurannya pun terlihat sama antara telur satu dengan yang lainnya.

2. Ikan patin jantan

Ciri yang dimiliki oleh ikan patin jantan yang siap untuk di pijah adalah memiliki umur 2 tahun dan memiliki bobot 1,5 hingga 2 kg. Jika ditekan pada kulit area perut akan terasa tipis dan lembek. Dan ketika anda memijat pada bagian tubuh ikan patin, akan keluar cairan sperma berwarna putih. Serta bentuk kelamin yang membengkak dan berwarna merah tua.

Pembibitan Ikan Patin

cara budidaya ikan patin di kolam beton

Cara budidaya ikan patin di kolam beton yang tidak boleh dilupakan adalah pembibitan benihnya. Untuk itu, berikut adalah langkah-langkah yang bisa anda ikuti

1. Menyiapkan hormon perangsang ikan patin

Yang pertama dilakukan adalah menyiapkan hormon perangsang ikan patin. Hormon perangsang ini bisa anda temukan pada bagian dalam otak ikan mas yang memiliki ukuran kecil dan berwarna putih. Pengambilan hormon ini harus dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak. Biasanya orang menggunakan pinset untuk mengambilnya dan kemudian di masukkan dalam wadah khusus. Setelah didapat, hormon tersebut akan dicampurkan dengan aquades dan juga air murni.

2. Kawin suntik

Langkah berikutnya setelah hormon tersebut di dapat dan dicampurkan, suntikkanlah pada bagian punggung ikan patin yang sudah siap untuk dipijah. Cara ini digunakan untuk merangsang induk betina memproduksi telur yang nantinya akan dibuahi oleh indung jantan.

3. Penebaran benih

Setelah benih berhasil terbentuk, kini saatnya untuk ditebar pada kolam tembok yang sudah dibuat. Lakukan penebaran benih ikan patin dengan jarak kepadatan sekitar 20 hingga 30 meter.

Perawatan Ikan Patin

Cara budidaya ikan patin di kolam beton

Cara budidaya ikan patin di kolam beton selanjutnya adalah melakukan perawatan pada benih yang sudah anda tebar. Berikut langkahnya

1. Pemberian pakan pada ikan patin

Pemberian pakan harus disesuaikan dengan bobot pada ikan. Untuk ikan patin yang memiliki berat kurang dari 200 gram/ekor diberikan pakan dengan porsi 3% hingga 5% dari berat ikannya. Namun apabila berat ikan patin lebih dari 200 gram/ekor diberikan pakan sebanyak 1,5% hingga 2% dari berat aslinya. Untuk pakannya sendiri wajib diberikan 2 kali sehari. Setiap pagi dan sore hari.

2. Penanganan dari serangan hama

Hama merupakan musuh terbesar bagi pembudidaya ikan patin. Biasanya hama yang sering menyerang seperti burung, ular, lingsang, dan juga biawak. Untuk cara mengatasinya bisa dilakukan dengan mudah, yang mana dengan cara memasang lampu pada area kolam. Dengan adanya lampu ini, hama tidak akan berani masuk. Selain hama, penyakit yang disebabkan oleh infeksi dan non infeksi juga sering menyerang ikan patin.

Panen Ikan Patin

Cara budidaya ikan patin di kolam beton

Panen merupakan cara budidaya ikan patin di kolam beton yang terakhir. Saat panen ikan menggunakan 2 cara, yaitu:

1. Panen seleksi

Panen ini dilakukan dengan cara menebar jaring pada permukaan kolam. Ketika jaring ditebar dan ada ikan yang tertangkap, maka akan diseleksi ikan yang sudah siap panen.

2. Panen total

Sama seperti namanya, panen total dilakukan dengan cara mengambil seluruh ikan yang ada dalam kolam budidaya.

Nah itulah cara budidaya ikan patin di kolam beton yang bisa anda lakukan di rumah. Semoga cara ini bermanfaatn dan menambah wawasan anda. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *