Administrator Berbagi Informasi seputar Bandung mulai dari tempat belanja, rumah sakit, sekolah, tempat kuliner, hotel, tempat wisata dan berita menarik.

Sukses Dengan Cara Ternak Kroto Dari Paralon

Cara Ternak Kroto

Tahukah anda bahwa saat ini perkembangan budidaya kroto semakin marak di tengah-tengah masyarakat ? Apalagi cara ternak kroto menggunakan paralon kini sangat praktis dilakukan.

Kroto yang merupakan sejenis campuran telur dan larva dari semut rangrang ini budidayanya semakin populer karena harga jualnya yang terbilang cukup tinggi.

Mengingat ketersediaan kroto cukup langka, maka bisnis kroto bisa terbilang menjadi salah satu peluang bisnis yang menggiurkan.

Cara ternak kroto pun sangat mudah dilakukan oleh siapa saja. Jika anda masih pemula, coba ikuti langkah-langkah budidaya kroto berikut ini ya !

Pemilihan Indukan Kroto

Tahap paling awal dalam proses budidaya kroto ialah melakukan pemilihan bibit koloni.

Tahap satu ini termasuk langkah penting yang harus dilakukan secara selektif supaya mendapatkan hasil kroto yang maksimal. Ini dia cara pemilihan bibit koloni yang bisa dilakukan :

  1. Langkah pertama untuk mendapatkan bibit koloni dalam budidaya kroto ialah dari hasil penangkapan di alam
  2. Langkah kedua, jika dirasa kesulitan mendapatkan bibit koloni dari alam maka disarankan untuk membeli bibit kroto pada peternak kroto yang lain
  3. Pilihlah bibit kroto yang berkualitas, yang biasanya dijual dalam kemasan stoples atau botol plastik benis
  4. Anda bisa memilih bibit yang sudah memiliki koloni banyak karena akan lebih cepat memproduksi telur
  5. Pastikan koloni yang dipilih juga sudah memiliki ratu supaya perkembangan biaknya cepat
  6. Terakhir, pilihlah semut yang kondisinya sehat dan memiliki banyak telur

Persiapan Tempat Kroto

Tahap kedua untuk cara ternak kroto adalah menyiapkan wadah yang terbuat dari paralon.

Mengapa memilih paralon sebagai wadah budidaya ? Sebab, kandang paralon dinilai lebih praktis dan fleksibel dibanding wadah budidaya kroto lainnya.

Bahkan untuk perawatan dan  pemanenannya pun lebih mudah jika menggunakan wadah paralon. Berikut ini tahapan pembuatan wadah budidaya kroto dari paralon :

  1. Langkah pertama, siapkan kandang budidaya di tempat tertutup atau tempat yang jauh dari gangguan supaya ratu semut bisa menghasilkan telurnya dengan optimal
  2. Siapkan paralon yang berdiameter 12 cm
  3. Kemudian potong paralon dengan panjang yang sama masing-masing sekitar 50 cm
  4. Kemudian buatlah sebuah rak dari bambu, kayu atau besi dengan susun tingkat 2
  5. Kelima, pastikan ukuran rak disesuaikan dengan ukuran tempat
  6. Lalu letakkan setiap kaki rak di atas wadah plastik berupa mangkuk
  7. Isi air pada wadah tersebut atau dengan memberi sedikit cairan oli bekas
  8. Kaki-kaki rak digenangkan dalam cairan supaya koloni semut rangrang tidak kabur
  9. Usahakan pada bagian rak tidak boleh bersentuhan dengan dinding
  10. Berikan dedaunan dalam paralon guna merangsang semut rangrang membuat sarang

Proses Dan Cara Budidaya Kroto

Setelah tempat budidaya selesai disiapkan, tahap berikutnya adalah proses dan cara budidaya.

Cara ternak kroto dalam tahap ini perlu kehati-hatian saat meletakkan koloni semut rangrang pada paralon.

Walaupun media paralon cukup praktis dan mudah dilakukan, pembudidaya pun harus tahu bagaimana cara penebaran bibit yang benar. Berikut ini langkahnya :

  1. Pertama, bibit koloni yang masih berada dalam stoples atau botol plastik dipindahkan dengan cara memotong botol plastik atau buka stoplesnya
  2. Kemudian letakkan bibit koloni di atas tumpukan paralon
  3. Setelah itu barulah beri pakan dan air gula di sekitar sarang
  4. Otomatis secara perlahan semut rangrang akan berkeliaran dan mulai memasuki tumpukan paralon untuk kemudian bersarang di sana
  5. Nah, apabila semut sudah kerasan menetap di paralon, maka langkah selanjutnya pembudidaya melakukan perawatan rutin supaya koloni menghasilkan ternak kroto dengan maksimal.

Perawatan Kroto

Cara ternak kroto selanjutnya adalah tahap perawatan. Perawatan di sini ialah termasuk dalam pemberian pakan.

Pakan tersebut berfungsi sebagai asupan lemak, karbohidrat dan protein bagi kroto supaya perkembangannya bisa lebih cepat. Berikut ini cara pemberian pakan pada kroto :

  1. Sediakan jenis pakan untuk budidaya kroto berupa jangkrik, belalang, ulat atau cecak. Anda juga bisa menyajikan daging ayam rebus, tulang sapi atau tulang kambing yang sumsumnya keluar. Pakan jenis ini nantinya sebagai asupan protein dan lemak bagi kroto
  2. Selain itu, siapkan pakan berupa gula pasir yang dilarutkan dalam air. Pasalnya, budidaya kroto membutuhkan asupan karbohidrat yang diperoleh dari gula. Di mana nantinya akan menghasilkan nektar dari kutu daun seperti aphid
  3. Setelah pakan sudah tersedia, barulah anda bisa memberi pakan menggunakan tatakan
  4. Siapkan bahan makanan seperti belatung, ulat, daging ayam atau tulang belulang dalam wadah berupa piring plastik
  5. Kemudian letakkan piring plastik pada rak di samping sarang semut
  6. Jika pakan yang akan diberikan berupa jangkrik yang bisa melompat, maka lumpuhkan terlebih dahulu supaya tidak kabur atau lebih baik langsung dimasukkan pada sarang semut
  7. Nah, untuk pakan sumber gula baiknya menggunakan tatakan kecil untuk tempat air yang sudah dicampur dengan gula pasir. Anda bisa melarutkan 1-2 sdm gula pada sekitar 200 ml air bersih. Umumnya air larutan gula akan habis dalam waktu 2 atau 3 hari tergantung pada jumlah koloni yang ditebar

Pemanenan Kroto

Tahap terakhir dalam cara ternak kroto yaitu pemanenan. Biasanya tahap ini adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh sang pembudidaya.

Umumnya, telur semut rangrang yang dibudidayakan pada media sarang yang stabil memiliki masa panen setia 15-20 hari.

Jika sarang semut sudah terlihat penuh dengan telur atau kroto yang berwarna putih, barulah pemanenan bisa dilakukan.

Untuk tahap melakukan pemanenan kroto yang benar adalah sebagai berikut :

  1. Langkah pertama, siapkan wadah berupa ember plastik atau baskom
  2. Lalu siapkan juga saringan dari kawat ram
  3. Kemudian letakkan saringan kawat tersebut pada wadah tersebut
  4. Sang pembudidaya menggunakan sarung tangan karet guna menghindari gigitan semut
  5. Setelah itu ambillah sarang lalu tumpahkan isinya ke dalam wadah yang sudah diberi saringan kawat ram tadi
  6. Secara otomatis, kroto akan berjatuhan ke dasar baskom, sementara semutnya akan tersaring
  7. Terakhir, bersihkan sarang paralon kemudian letakkan kembali kawat ram yang berisi semut pada rak.

Itulah dia cara ternak kroto yang dilakukan menggunakan media paralon. Anda bisa menggunakan paralon di rumah yang sudah tidak terpakai sebagai wadah budidaya kroto.

Selain menghemat biaya, budidaya kroto menggunakan paralon umumnya termasuk cara ternak yang mudah dilakukan.

Terlebih jika anda menjalankan proses budidaya dengan tahapan yang benar, bisnis kroto ini bisa menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan.

Jadi, bagaimana ? Tertarik membudidayakan kroto ? Semoga artikel kali ini bisa menginspirasi anda ya. Selamat mencoba dan semoga sukses !

Administrator Berbagi Informasi seputar Bandung mulai dari tempat belanja, rumah sakit, sekolah, tempat kuliner, hotel, tempat wisata dan berita menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.