Administrator Berbagi Informasi seputar Bandung mulai dari tempat belanja, rumah sakit, sekolah, tempat kuliner, hotel, tempat wisata dan berita menarik.

Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budidaya Ikan: Fisika & Kimia

Pengelolaan Kualitas Air

Dalam usaha budidaya ikan, kita tidak hanya melakukan perawatan pada kondisi ikannya saja. tetapi perlu memperhatikan kesehatan lingkungan tempat ikan-ikan untuk bertahan hidup.

Salah satunya adalah kualitas air kolam. Kali ini kita akan membahas mengenai cara memanajemen atau pengelolaan kualitas air fisika, kimia, biologi dalam budidaya ikan.

Pengelolaan kualitas air dalam sudut pandang ilmu pengetahuan di harapkan akan memperoleh nilai lebih dalam membudidayakan ikan.

Jika kualitas air yang anda gunakan dalam budidaya ikan baik, maka ikan akan memiliki kesehatan dan perkembangan yang baik pula.

Untuk mengetahui cara memanajemen atau pengelolaan kualitas air fisika, kimia, biologi dalam budidaya ikan, mari kita simak penjelasannya sebagai berikut :

Kriteria Air Yang Bagus Untuk Budidaya Ikan

Air merupakan sumber kehidupan utama bagi hewan-hewan bersirip. Ikan-ikan yang di budidayakan perlu mendapatkan kualitas air yang bersih dan bebas dari zat-zat berbahaya.

Untuk mengetahuinya, anda harus memperhatikan parameter air yang berguna untuk memastikan kesehatan air kolam yang bebas dari pecemaran air :

  • Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen)

Kadar oksigen atau O2 yang larut yang sesuai dengan air tawar dalam kolam  budidaya adalah minimal 5 mg/l.

  • Fluktuasi waktu dalam kadar oksigen terlarut

Dalam durasi waktu sehari penuh kadar DO dalam air mengalami perubahan. Di siang hari, kadar oksigen terlarut akan naik, sedangkan malam hari kadar dissolved oxygen akan menurun.

Kadar DO yang terlalu rendah akan mengakibatkan pengurangan tekanan oksigen sehingga menyebabkan matinya ikan. Kadar O2 normal dalam air berada pada nilai 5 – 10 ppm.

Cara Pengelolaan Kualitas Air Kolam Ikan

Pengelolaan kualitas air kolam dalam proses pembudidayaan ikan, bisa di pelajari dalam tiga sudut pandang ilmu pengetahuan sains.

Hal ini merujuk pada sisi fisika, kimia dan biologi yang dapat melihat karakter air dalam tiga pengelompokan tersebut.

1. Cara pengelolaan kualitas air kolam ikan dari sisi ilmu fisika

  • Kepadatan (density atau berat jenis)

Kepadatan air murni yang baik untuk kehidupan ikan-ikan budidaya yaitu terletak pada suhu air 4 derajat Celsius yang sama dengan tingkat density 1.

Kenaikan suhu air akan mengakibatkan penurunan tingkat density, begitu sebaliknya, jika suhu menurun makan density akan naik.

  • Kekentalan (viscosity)

Kekentalan air memiliki hubungan yang erat dengan suhu air. Suhu air sebesar 0 derajat sama artinya dengan nilai kekentalan air murni sebesar 100.

Jika suhu air semakin naik, maka tingkat kekentalan air pun menurun, begitu sebaliknya jika suhu air menurun, maka tingkat kekentalan air naik.

Hal ini akan berpengaruh pada proses pengendapan plankton dan zat-zat lain di dalam air.

  • Tegangan permukaan

Tegangan permukaan di sebabkan oleh gaya tarik menarik di dalam air, dimana dalam permukaan air ini hanya bergerak ke sisi samping dan ke dasar dalamnya air.

Hal ini akan berakibat pada aktivitas kehidupan air, dimana hewan dan tumbuhan yang memiliki berat atau massa yang ringan bisa muncul di permukaan air.

  • Suhu air

Suhu di dalam air perlu di tinjau lebih lanjut dalam pembudidayaan ikan. Suhu air yang di butuhkan untuk budidaya ikan sekitar 25 derajat hingga 32 derajat celcius.

Suhu air di dalam kolam ternak ikan bisa di antisipasi oleh peternak ikan, berbeda dengan air sungai yang suhunya tergantung cuaca dan kondisi sekitar sungai.

  • Kecerahan dan kekeruhan air

Tingkat kecerahan dan kekeruhan air sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman air seperti lumut sebagai pakan ikan serta ikan-ikan budidaya juga.

Air yang bersih akan memudahkan sinar matahari masuk ke dalam air, karena sinar matahari memiliki manfaat dalam kehidupan tumbuhan dan hewan di dalam air.

Sedangkan jika air kolam keruh, maka akan menghambat adanya sinar matahari yang masuk ke dalam air, sehingga pertumbuhan kehidupan ikan akan tersendat.

  • Salinitas

Salinitas atau kadar garam yang sesuai dengan kualitas air tawar pada kolam budidaya sekitar 0 – 5 ppt.

Kadar garam bisa berupa natrium, klorida, garam, MgSO4 dan lain sebagainya. Alat yang digunakan untuk mengukur kadar garam adalah salinometer.

2. Cara pengelolaan kualitas air kolam ikan dari sisi ilmu kimia

  • Oksigen

Oksigen yang terlarut dalam air memiliki nilai standard untuk budidaya ikan sekitar 5 hingga 6 ppm.

Hal ini bisa di ketahui menggunakan alat pendeteksi oksigen terlarut atau DO meter dengan metode winkler.

  • Karbondioksida

Karbondioksida atau COmemiliki kadar kualitas air untuk budidaya maksimal sebesar 25 ppm.

Digunakan alat CO meter untuk mengukur kadar karbon dioksida dalam air dan menggunakan metode titrasi.

  • pH air

pH yang baik bagi kualitas air budidaya adalah di antara nilai pH 6,5 hingga 8. Anda bisa menggunakan alat pendeteksi pH meter dengan bantuan kertas lakmus yang di celupkan ke dalam air.

Perubahan warna baik pada kertas lakmus biru ataupun merah akan menjadi penanda sifat kualitas air.

  • Kandungan mineral dalam air

Mineral yang terkandung dalam air yang baik yaitu adanya  kalsium, fosfor, magnesium, potassium, sodium, sulphur/belerang, mangan, zat besi, yodium, florin dan lain-lain.

Sederet zat mineral tersebut berasal dari penguraian bahan-bahan organik yang masuk ke dalam air.

  • Nitrogen

Nitrogen dalam kualitas air yang baik untuk budidaya ikan yaitu sebesar 0,5 mg/l yang masuk dalam kategori air tidak terpolusi.

Nitrogen organik dalam air bisa berupa protein, asam amino dan urea yang biasanya terkandung dalam pupuk atau pakan ikan.

  • Alkalinitas dan kesadahan

untuk tingkat alkalinitas air kolam, nilai normalnya yang cocok untuk budidaya ikan yaitu antara 50 hingga 500 ppm CaCO3.

Sedangkan untuk tingkat kesadahan air, nilai normalnya sekitar 3 hingga 15 dH yang bisa di ukur menggunakan alat dH meter.

3. Cara pengelolaan kualitas air kolam ikan dari sisi ilmu biologi

  • Kandungan hewan kecil dan tumbuhan di dalam air

Adanya tumbuhan binatang kecil di dalam air menjadi panganan alami bagi kehidupan ikan-ikan di dalam air.

Planton, benthos maupun perifiton bisa di temukan dalam tumbuhan yang menempel di dalam dasar kolam seperti lumut dan parasit.

  • Bakteri

Bakteri memiliki peran sebagai pengurai tanah yang berkaitan erat dengan air yang bersumber dari tanah. Bakteri yang baik bagi kehidupan ikan bisa di temukan dalam pakan ikan.

Dalam kandungan pakan, biasanya terdapat jenis bakteri yang baik untuk perkembangan ikan.

Jika terlalu banyak endapan pakan ikan yang tidak termakan di dasar kolam, maka bakteri yang tadinya baik akan berubah menjadi bakteri yang bisa menimbulkan penyakit.

Maka dari itu, di sarankan dalam proses perawatan budidaya, kolam di bersihkan dan diganti airnya seminggu sekali.

Hal itu berguna untuk membersihkan bakteri merugikan serta menjaga kualitas air agar tetap bersih.

Itulah pembahasan mengenai cara memanajemen atau pengelolaan kualitas air fisika, kimia, biologi dalam budidaya ikan.

Dengan adanya penjelasan dari sisi ilmu sains, pengelolaan air dalam budidaya ikan bisa di deteksi secara dini untuk menjaga kualitas air serta menghasilkan ikan budidaya yang unggul.

Administrator Berbagi Informasi seputar Bandung mulai dari tempat belanja, rumah sakit, sekolah, tempat kuliner, hotel, tempat wisata dan berita menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.