Scroll untuk baca artikel
Sekolah & Kampus

Resensi Novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

×

Resensi Novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Sebarkan artikel ini
Resensi Novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Kasih sayang seorang ayah memang sampai akhir dan bagi kamu yang sedang mencari referensi mengenai novel bercerita tentang ayah kamu bisa baca dulu resensi novel ayah menyayangi tanpa akhir.

Dimana artikel ini akan membahasnya mulai dari identitas novel, sinopsis, intrinsik, ekstrinsik hingga pesan moral yang terkandung di dalam novel tersebut. Untuk itu kamu simak secara lengkap artikel ini agar tidak ketinggalan informasinya.

Identitas Novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Resensi Novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir
Judul NovelAyah Menyayangi Tanpa Akhir
PenulisKirana Kejora
PenerbitZettu
Jumlah Halaman372
Ukuran Buku13×19 cm
KategoriFiksi
Tahun Terbit2013
Harga BukuRp.99.000,-

Novel ayah menyayangi tanpa akhir ini adalah sebuah karya dari seorang penulis yang bernama Kirana Kejora yang merupakan perempuan kelahiran Ngawi tahun 1972 dan novel ini adalah novel ke tujuh yang berhasil ia terbitkan.

Novel ini mulai diterbitkan pada tahun 2013 oleh PT.Zettu dimana novel ini memiliki ketebalan yang mencapai 372 halaman dan ukuran sekita 13×19 cm.

Sinopsis Novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Sebelum beranjak ke pembahasan selanjutnya mengenai resensi novel ayah menyayangi tanpa akhir kamu juga perlu mengetahui sinopsisnya terlebih dahulu agar semakin paham mengenai isi dari novel ini secara lengkap.

Novel ayah menyayangi tanpa akhir ini menceritakan mengenai seorang Ayah tunggal dari seorang anak bernama bernama Rajendra Mada Prawira dan sosok ayah itu bernama Arjuna Dewangga.

Diantara kesibukannya sebagai ayah yang berprofesi sebagai apoteker ia juga menjadi sosok ibu, dan sahabat untuk Mada putranya. Karena istrinya Keisha Mizuki meninggal dunia saat melahirkan Mada karena mengalami pendarahan.

Ia berusaha membuat Mada tidak kekurangan kasih sayang. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa Mada butuh sosok ibu disisinya, seperti Mada mulai duduk di kelas 1 SD dan ia akan memperingati hari ibu.

Pagi itu Mad mogok sekolah, ia menitikkan air mata ketika Juna mendekatinya dan membentak, “Jangan menangis!” Mada segera mengusap air mata dengan kedua tangan kecilnya sambil terus menunduk.

Namun ia berani menjawab. “Hari ini hari ibu, teman-teman Mada datang dengan ibunya. Semua murid harus baca puisi untuk ibunya.”

Juna menahan naafsnya yang mendadak terasa sesak menggulung paru-parunya. Ia pun mati kata! Lau Mada berdiri dan mengangkat kedua tangan sang ayah, menuntut!”

“Bukankah Ayah juga Ibu Mada? Jadi sekarang Ayah harus ke sekolah!” Ayah muda itu kepalanya terasa pusing karena harus merayakan hari ibu dengan sekian puluh ibu-ibu dan tak terbayangkan!. Juna sadar, anaknya mulai bersama menuntut perhatian tanpa bisa di tawar!

Semenjak itu mereka menjalani hari bersama penuh rasa ikhlas, mengembarakan jiwa dengan bebas, menyentuh cerita jalanan yang begitu keras, menyingkap pesan yang tertulis di alam dan menoleh sebuah sejarah secara jantan.

Juna memutuskan untuk menghindari acara tersebut. Saat Mada membacakan puisi karyanya, semua orang yang mendengar terasa tersentuh terlebih dengan kalimat terakhir di puisinya.

“Selamat hari ibu…. Ayah”.

Hari-hari berlalu, Mada mulai bertanya kepada teman-temannya bagaimana rasanya punya seorang ibu, sampai salah satu temannya menyarankan untuk mengirimkan ibunya surat, maka Mada dengan cerdik menulis surat dan mengirimnya ke pos.

Juna yang mengetahui itu langsung menjelaskan bahwa ibunya sudah berada di surga, Mada hanya perlu mengirimkan doa untuk ibunya, setelah itu Mada berhenti mengirim surat dengan tujuan ibu.

Bagi akmu yang penasaran dengan kisah kelanjutan dari ayah menyayangi tanpa akhir ini kamu bisa baca langsung di bukunya ya!

Unsur Intrinsik Novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Dalam resensi novel ayah menyayangi tanpa akhir ini akan menjelaskan beberapa unsur intrinsik di dalamnya yang perlu kamu ketahui dan berikut penjelasan lengkapnya:

1. Tema

Tema yang diangkat dalam novel ayah menyayangi tanpa akhir ini akan menjelaskan mengenai tentang perjuangan seorang ayah yang singgle parent bagi putranya.

2. Tokoh dan penokohan

  • Juna, ia merupakan seorang ayah yang sangat menyayangi putranya dan juga keluarganya, ia bertanggungjawab dan juga peduli
  • Mada, ai merupakan anak yang berbakti kepada orang tua, sangat menyayangi ayah dan ibunya yang telah tiada
  • Keisha Mizuki, ia merupakan seorang ibu yang telah berjuang melahirkan buah hatinya
  • Mbah Ngatimah, ai merupakan seseorang yang baik pada almarhum ibunya Mada
  • Pak Ri, seorang yang merawat Mada di rumah ketika Juna bekerja
  • Dan masih banyak lagi tokoh lainnya

3. Alur

Alur yang digunakan dalam novel ayah menyayangi tanpa akhir ini yaitu menggunakan alur campuran dimana terdapat alur maju dan alur mundur di dalamnya.

4. Latar waktu

Latar waktu yang digunakan dalam novel ini yaitu menggunakan di pagi hari, si malam hari dan siang hari.

5. Latar tempat

Latar tempat yang di gunakan dalam novel inia dalah di Solo, di Yogyakarta, di Kraton, di Malioboro dan masih banyak lagi latar tempat lainnya.

6. Sudut pandang

Sudut pandang ayng digunakan dalam novel ayah menyayangi tanpa akhir ini yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu.

7. Gaya bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini adalah menggunakan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh semua kalangan baik remaja atau pun dewasa.

8. Amanat

Amanat yang terkandung adalah semangatlah dalam menjalani hidup dan bersabarlah atas apa yang menjadi takdirmu karena di balik itu semua Tuhan telah mempersiapkan yang terbaik di masa depanmu nanti.

Unsur Ekstrinsik Novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Selain intrinsik dalam resensi novel ayah menyayangi tanpa akhir ini akan kami jelaskan juga unsur ekstrinsik dan berikut penjelasan lengkapnya.

1. Nilai sosial

Nilai sosial yang terkandung dalam novel ini adalah sikap Mbah Ngatinah yang selalu mengabulkan apa yang diminta oleh ibunya Mada saat ia sedang hamil.

2. Nilai moral

Nilai moral yang terkandung dalam novel ini adalah sikap Juna yang bertanggungjawab, dan sangat menyayangi putranya sehingga ia lupa dengan kebahagiaannya sendiri.

Kelebihan Novel

Berikut beberappa kelebihan yang dimiliki oleh novel ini adalah:

  • Buku ini memberikan banyak pelajaran seperti persahabatan, kasih sayang, cinta, kesetiaan, keikhlasan, saling berbagi, tentang kehidupan dan mencintai sesama manusia
  • Ada berbagai pengetahuan tentang motor dan mobil sport sejarah Indonesia dan Jepang dan lainnya
  • Gaya bahasa mudah dipahami

Kekurangan Novel

Selain kelebihan berikut beberapa kekurangannya:

  • Masih terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan
  • Dan belum sesuai EYD di beberapa bagian

Pesan Moral Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Novel ini mengajarkan kita arti sebuah cinta, kasih sayang, kesetiaan, keikhlasan, dan juga tentang kehidupan mencintai manusia lainnya.

Akhir Kata

Demikian penjelasan mengenai resensi novel ayah menyayangi tanpa akhir ini semoga apa yang kami jelaskan dapat bermanfaat.